Politik dan Islam Berpisahkah ?

Posted on September 27, 2010

0


Untuk menjawab hal ini akan lebih baik jika kita berangkat dari sebuah pemahaman yang sama bahwa sesungguhnya “dunia merupakan ladang bagi akhirat”(mazra’tul akhirah),Cinta kita pada Allah SWT diuji dengan ketaatan dan kesetiaan kita untuk mengikuti apa yang diperintahkanNya karena itu seperti yang pernah diungkapkan oleh imam ghazali bahwa “agama tidak sempurna kecuali dengan dunia .kekuasaan dan agama bersaudara kembar .agama merupakan asal tujuan sedangkan sulthan merupakan penjaga. Yang tidak berasal dari agama akan hancur dan yang tidak berpenjaga akan hilang “ .karena itu apakah kita bisa memisahkan peran dari kedua saudara kembar tersebut ?
Islam adalah sebuah agama yang komprehensif dalam mengatur dan membahas problematika ummat baik itu mengenai hubungan Allah dan hambanya(red:manusia) ,hubungan antara hamba-hambanya(red:manusia ke manusia) sampai hubungan antara semua makhluk ciptaannya, karena itu maka pemisahan politik dan Islam sebenarnya merupakan upaya yang mengecilkan kekuatan Islam sebagai sebuah ajaran yang merupakan pedoman kehidupan yang kompleks meliputi semua aspek kehidupan manusia.Politik yang pada dasarnya memiliki multidimensi dalam pendefinisiannya dapatlah kita artikan sederhana sebagai alat yang sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk mencapai tujuan,tujuan itu merupakan tujuan utama seorang mukmin yaitu menyembah Allah SWT.pada QS an-Nisa 58-59 disebutkan bahwa : “ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil . Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan Rasul-Nya dan orang yang memegang kekuasaan diantara kamu” jika kita mencermati tiap kalimat pada ayat diatas maka kita menemukan unsur-unsur yang merupakan poin penting dari Politik, pada ayat pertama yaitu “…menyampaikan amanat…menetapkan hukum” disini ada unsur politik yang utama yaitu pemegang kekuasaan yang merupakan seseorang yang punya kewajiban menyampaikan sesuatu yang benar pada orang-orang yang tepat dan juga memberi hukuman yang adil. Kalau kita kembali ke perkataan Al-Ghazali di awal maka kita akan sadar bahwa pentingnya kekuasaan terutama kekuasaan dalam pemerintahan adalah sebagai penjaga yang menjaga nilai nilai kebenaran dari Illahi(red:amanat) sampai pada orang-orang yang berhak yang bisa diimplementasikan dalam pembuatan hukum,undang-undang maupun kebijakan yang ditetapkan secara adil yang didasarkan pada Al-quran dan sunnah.disini kita bisa lihat bahwa memegang kekuasaan bukanlah sebuah tujuan tapi adalah sebuah alat,alat yang sangat penting untuk menegakkan dan menyampaikan kebenaran dari Allah SWT kepada seluruh manusia.ketika islam dan politik tidak berjalan beriringan maka kebijakan dan hukum yang diambil oleh pemegang kekuasaan mungkin tidak akan berkesesuaian dengan nilai-nilai kebenaran dan batasan-batasan yang sudah digariskan oleh Islam dalam ajarannya yang komprehensif.padahal kita sebagai kaum muslimin harusnya telah sepakat bahwa Islam adalah ajaran yang mengatur semua aspek hidup seorang insan.
Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam maka pemikiran untuk mengkotak-kotakan Islam dan memisahkannya dari realitas dunia merupakan pemikiran yang akan mendistorsi nilai-nilai ajaran Islam yang penting,karena Islam merupakan ajaran yang menjadi pedoman kehidupan bukan hanya sekedar keyakinan.

oleh: Rabiah al-adawiyah
(Kadept Opini & Propaganda Partai Bunderan UGM)

Advertisements
Posted in: artikel